Dampak Negatif Penggunaan Mikrowave Oven

 Microwave Oven adalah salah satu daftar perabot rumah tangga yang sudah saatnya dibuang, begitu menurut penulis pertama artikel ini yang merupakan pemerhati nutrisi seimbang dan enegy healing
Microwave alias gelombang pendek  merupakan energi elektromagnetik. Gelombang pendek ini sama dengan gelombang radio, sinyal telepon, siaran TV dan computer yang bisa melintas tanpa kabel mengirim pesan ke satelit di ruang angkasa.
Semua microwave oven mempunyai tabung yang disebut magnetron.Di dalamnya, partikel listrik dipengaruhi oleh medan magnet dan listrik sedemikian rupa hingga memproduksi radiasi gelombang pendek sekitar 2450 Mega Hetz.
Radiasi ( pancaran gelombang) ini berinteraksi dengan molekul makanan. Semua gelombang energi juga mempunyai perubahan polaritas (kutub) positif dan negatif dalam setiap gelombangnya.
Pada  microwave oven, perubahan polaritas ini terjadi jutaan kali dalam setiap detiknya! Dan Oven ini membutuhkan daya listrik kurang lebih 1000 watt . Arus listrik inilah yang menyebabkan gelombang mikro ( microwave) keluar dari tabung magnetron dan memborbardir makanan.
Sedangkan makanan itu sendiri juga benda yang unsur terkecilnya disebut molekul dengan polaritas postif dan negatif. Di sini serunya, si gelombang mikro oven menyulut polaritas molekul makanan  untuk juga berotasi dengan hitungan yang sama : jutaan per detik !!
Akibatnya timbul kerusuhan antar semua molekul makanan yang seakan – akan berlarian kesana kemari dan saling bertumbukan. Hal inilah yang menyebabkan makanan menjadi panas.
Celakanya, tipe pemanasan yang tidak lazim ini juga menyebabkan kerusakan substansial pada molekul makanan yang bersangkutan dan dengan kekuatan penuh mengubah bentuk molekul tersebut.
Molekul makanan yang rusak dan berubah bentuk ini tidak lagi bersifat alami. Asam amino (unsur dari protein) menjadi racun.
Dapat dikatakan makanan yang telah melalui proses microwave  oven mengandung baik molekul maupun energi yang tidak sama dengan dengan makanan yang dimasak dengan cara – cara sejak penemuan api.
Ada suatu penelitian yang melibatkan 8 sukarelawan yang memakan berbagai kombinasi  makanan dari jenis yang sama dan dimasak dengan berbagai cara.
Ternyata semua makanan yang diproses melalui microwave oven menyebabkan perubahan dalam darah sukarelawan tsb. Kadar hemoglobin ( pembawa oksigen dalam sel darah merah ) menurun sedangkan  sel darah putih secara keseluruhan meningkat serta kadar kolestrolpun menjadi meningkat.

Penelitian para ilmuwan Jerman dan Rusia membuat 3 kategori kerusakan yang disebabkan oleh  microwave oven :

  1. Efek penyebab kanker
  2. Penghancuran zat gizi makanan
  3. Efek biologis terhadap paparan microwave.

Ringkasnya dapat dikatakan bahwa mengkonsumsi makanan yang diproses dengan microwave  oven secara terus menerus menyebabkan :

  1. Kerusakan otak yang menetap karena impuls listrik di otak mengalami ‘hubungan pendek’ ( kortsluiting ) melalui  de – polarisasi dan de – magnetisasi jaringan otak.
  2. Tubuh manusia tidak mampu memetabolisir  ( memecah dan mengeluarkan ) produk sampingan yang tidak dikenal dalam makanan yang diproses dengan microwave.
  3. Produksi hormon laki – laki dan perempuan diubah menjadi terhalang.
  4. Semua mineral, vitamin dan zat gizi menjadi menurun atau berubah sifatnya sehingga tubuh tidak dapat menyerap maupun memecahnya.
  5. Mineral yang terkandung dalam sayuran diubah menjadi radikal bebas yang menimbulkan kanker.
  6. Efek produk sampingan yang diciptakan oleh makanan yang diproses dengan microwave bersifat menetap atau permanent dalam tubuh manusia.
  7. Pertumbuhan kanker dan tumor lambung serta usus. Hal ini menjelaskan salah satu sebab peningkatan tajam kanker usus besar di Amerika serikat.
  8. Terjadi peningkatan sel – sel kanker dalam darah manusia.
  9. Daya tahan kekebalan tubuh menjadi berkurang akibat perubahan kelenjar getah bening dan serum darah. 
  10. Hilangnya daya ingat, konsentrasi, stabilitas emosi dan penurunan kecerdasan.
           
Lantas pertanyaannya : mengapa penjualan dan pemasaran microwave oven  hingga kini tidak dilarang ?
Jawabannya : sama dengan rokok dan semua komoditi investasi dunia modern yang menawarkan budaya instant dengan iming –iming kecanggihan tehnologi dan rasa aman yang semu yang tidak terbukti merusak.
Itu dikarenakan  tubuh manusia bereaksi dan berubah tidak secara mendadak, melainkan penyakit datang akibat kelaziman terhadap tubuh yang terus menerus dirusak.
Saat sekarang manusia lebih mememilih budaya cepat, ringkas , praktis, sehingga tidak memikirkan akibat lebih lanjut. Namun di kemudian hari akan kita bayar mahal semua itu.

( Dikutip dari Konsultasi Nutrisi  Tabloid Nyata Edsi 1928 – 11 Juni 2008  )

Nah lho, mesti mikir – mikir nih kalau pakai microwave. Ternyata barang mahal yang nampaknya malah kelihatan aman itu bisa mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan. Mesti lebih bijak dalam menggunakannya !
Bagaimana menurut anda..??

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Bagus :P

trisno mengatakan...

waa...
makasih infonya..
terus solusinya bagaimana supaya aman.. :D ???

trisno mengatakan...

waa...
makasih infonya..
terus solusinya bagaimana supaya aman.. :D ???

Wahyu Mustiko Asih mengatakan...

waaah aq dah byr DP buat beli microwave,tp cm dikit,,,,stlh th info ini,,aq g jd beli aja aaah...mksh infonya,,,

Poskan Komentar