Cara Kerja Rangkaian Listrik Microwave Oven

1.   Safety Switch

Cara kerja saklar pengaman :
  • Bila pintu dibuka, saklar primary switch dan secondary switch akan off untuk memutuskan sumber daya ke magnetron.
  • Saklar monitor akan on dan bila kedua saklar primary dan secondary tidak bekerja dengan normal, rangkaian listrik akan dibuat terhubung singkat untuk memutuskan sekring dan mencegah emisi gelombang mikro.
Rangkaian dasar saklar pengaman (untuk model dengan type kontrol mekanik)
Markup Validation Service

Kondisi pintu terbuka :
S1 dan S2 off, S3 on ; ini artinya tidak akan ada sumber daya ke magnetron

Kondisi pintu tertutup :
S1 dan S2 on, S3 off ; ada sumber daya ke magnetron sehingga magnetron berosilasi

Bila kedua saklar S1 dan S2 bekerja tidak normal (keduanya on) pada saat pintu terbuka :
S1 dan S2 on, S3 on ; rangkaian terhubung singkat, sekring akan putus sehingga sumber daya ke magnetron juga terputus.

Bila salah satu saklar S1 atau S2 bekerja tidak normal (on) pada saat pintu terbuka :
S1 on dan S2 off, S3 on ; tidak ada sumber daya ke magnetron.


Pada microwave type kontrol sentuh, saklar door sensing switch (S2) terhubung kerangkaian kontrol untuk mendeteksi status pintu dibuka atau ditutup.


2. Rangkaian Tegangan Tinggi (HV)

Rangkaian tegangan tinggi diperlukan untuk menghidupkan magnetron. Rangkaian ini terdiri dari trafo HVT, Kapasitor dan Diode H.V yang membentuk rangkaian pendobel tegangan, sekring H.V dan maagnetron.
Markup Validation Service

Tegangan AC sekitar 2000 Volt dihasilkan pada lilitan sekunder trafo HVT.

Pada saat tegangan sinusoidal menuju positif (gambar 1), terdapat arus yang mengalir seperti yang ditunjukkan oleh garis putus-putus yang mengisi kapasitor H.V sanoai mencapai jumlah maksimum dari tegangan sinusoidal.

Pada saat tegangan sinusoidal beralih menuju negatif  (gambar 2), arus mengalir seperti ditunjukkan oleh garis padat. Pada saat ini, kapasitor H.V yang sebelumnya berisi muatan sebesar 2000 Volt akan membuang muatanya dengan arah arus yang sama dengan arus induk. Akibatnya terdapat penambahan tegangan dari kapasitor yang mem-bost (menaikan) tegangan sinus menjadi sekitar lipat duanya.

Pada lilitan filamen trafo HVT dihasilkan tegangan AC sekitar 3.2 Volt yang memberikan arus sekitar 10 A ke filamen magnetron untuk memanaskan filamen dan menaikan temperaturnya, kemudian setelah 1~3 detik magnetron akan berosilasi.

0 komentar:

Poskan Komentar